Kamis, Maret 19, 2009

SIMTEM PENGEMDALIAN MANAJEMEN-PERSONEL

SIMTEM PENGEMDALIAN MANAJEMEN
PERSONIL

Pengelolaan Personil Mencakup

1. Penentuan Formasi Pegawai.
2. Penerimaan dan Penempatan Pegawai.
3. Pendidikan dan Pelatihan Pegawai.
4. Perencanaan dan Pengembangan Karir Pegawai.
5. Sistem Penghargaan Pegawai.
6. Pemberhentian Pegawai.

Konsepsi Pengelolaan Personil

1. Pegawai hendaknya dipandang sebagai suatu investasi.
2. Perlu adanya Perencanaan, Kebijakan, Prosedur, dan Praktek yang Baik.
3. Perlu adanya Lingkungan Kerja yang Baik.

PROSES PENGELOLAAN PERSONIL

Langkah awal dalam pengelolaan personil adalah perencanaan kebutuhan pegawai.
Ketepatan dalam menentukan kebutuhan pegawai, baik jumlah maupun mutu dan ketepatan dalam penempatannya merupakan hal yang sangat penting.
Untuk itu, dalam merencanakan personil perlu diorganisasikan secara cermat. Siapa yang merencanakan, bagaimana prosedurnya, landasan kebijakannya, sistem pencatatan dan pelaporan serta siapa yang melakukan review, perlu diatur dengan baik.

Jumlah dan kualifikasi pegawai yang diperlukan dalam rangka mencapai misi organisasi dapat ditentukan melalui analisis beban kerja dan analisis jabatan. Setelah kebutuhan pegawai dapat diidentifikasikan, kemudian direncanakan lebih lanjut bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut.
Inventarisasi sumber daya manusia yang telah ada dalam organisasi perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas, kuantitas, dan penempatan / pemanfaatannya.
Dengan membandingkan antara kebutuhan pegawai dan pegawai yang telah ada, baik jumlah maupun mutunya, dapatlah ditentukan berapa pegawai baru yang diperlukan berikut mutu/kualifikasinya.

Perencanaan kebutuhan pegawai yang telah dilakukan secara cermat tersebut harus digunakan sebagai dasar dalam penerimaan pegawai. Pada tahap penerimaan pegawai, harus diperhatikan keterkaitannya dengan sarana pengawasan melekat lainnya. Harus ada kebijakan yang jelas, unit organisasi mana saja yang dilibatkan dalam proses penerimaan pegawai, bagaimana prosedurnya dan siapa yang harus melaksanakan.
Pada dasarnya, unit-unit yang terlibat dalam proses penerimaan pegawai, di samping unit pengelola sumber daya manusia, juga unit-unit calon pengguna sumber daya manusia tersebut.

Dengan dilibatkannya unit-unit calon pemakai, diharapkan pegawai yang diterima memang benar merupakan pegawai yang memenuhi syarat administratif dan teknis sesuai dengan yang diperlukan. Untuk mencapai hal di atas, tentunya diperlukan adanya prosedur yang jelas dan transparan serta dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait.
Pencatatan, pelaporan, dan review intern diperlukan untuk meyakinkan bahwa hanya pegawai yang diperlukan dan memenuhi syarat yang dapat diterima.
Jadi, penekannya adalah menentukan "siapa" yang paling tepat atau paling kompeten untuk ditempatkan pada posisi tertentu, bukan "dimana" menempatkan seorang pegawai / pejabat.

Pengetahuan, kemampuan, keahlian, ketrampilan, dan pengalaman yang dimiliki oleh para pegawai kemungkinan tidak sesuai dengan kompetensi yang diperlukan oleh organisasi. Untuk menghilangkan atau memperkecil perbedaan tersebut, diperlukan peningkatan kualitas pegawai melalui pendidikan dan pelatihan.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan inipun tentunya akan melibatkan semua sarana pengawasan melekat. Kegiatan diklat harus diorganisasikan dengan baik sehingga memungkinkan dapat dicapainya tujuan diklat, yaitu untuk meningkatkan kinerja individu peserta diklat dan sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.

(c) Drs PandoyoMM
DOSEN MAKSI-UP
posting by Karsam Sunaryo
DOSEN STKIP KUSUMA NEGARA
http://perpusol-samsam.blogspot.com/
http://www.formulabisnis.com/id=samsam86
http://www.liany-jewelry.com/
http://www.globaljaya.com/
http://www.jayaschool.org/

Tidak ada komentar:

Pengikut