Kamis, Maret 19, 2009

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

SIMTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
KONSEP DASAR SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

PENGERTIAN PENGAWASAN
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dari manajemen (pengelolaan) untuk menguasai dan mengendalikan jalannya organisasi agar tujuan organisasi tercapai dengan efisien, ekonomis, dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ARTI PENGAWASAN
1. Pengawasan adalah alat bantu bagi manajemen untuk mencapai tujuan.
2. Adanya pengawasan bukanlah jaminan bagi organisasi akan dapat mencapai tujuannya.

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN (SPM)
Konsep ini dikembangkan terakhir oleh American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yaitu suatu organisasi profesional dalam bidang akuntansi publik yang keanggotaannya hanya bagi akuntan publik terdaftar (certified public accountants) melalui Statement of Auditing Standard (SAS) No. 55.

Dalam konsep ini, AICPA memperkenalkan 3 (tiga) komponen pengendalian manajemen, yaitu :
1)Lingkungan Pengendalian,
2)Sistem Akuntansi, dan
3)Prosedur Pengendalian.

1) Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian suatu organisasi mencerminkan keseluruhan sikap, kesadaran, dan tindakan para anggota dewan pengawas, manajemen, dan pemilik organisasi, sehubungan dengan pentingnya pengendalian dan penekannya pada organisasi. Secara umum, lingkungan pengendalian ini menyediakan pola bagi terciptanya pengendalian dalam sistem operasi dan pencatatan dalam organisasi.

2) Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi yang efektif disusun dari metode-metode dan catatan- catatan untuk :
Mengidentifikasi dan mencatat transaksi yang sudah diotorisasi.
Menjelaskan transaksi tersebut pada saat yang tepat, menjadi rincian yang cukup untuk mengklasifikasikannya secara tepat untuk tujuan pelaporan keuangan.
Mengukur nilai transaksi sehingga nilai keuangannya dapat dicatat dalam laporan keuangan.
Menyajikan transaksi- transaski tersebut dalam laporan keuangan lengkap dengan pengungkapan yang diperlukan.

3) Prosedur Pengendalian
Prosedur pengendalian memuat unsur-unsur :
Organisasi yang tepat atas transaksi dan kegiatan.
Pemisahan fungsi, sehingga peluang seseorang untuk berbuat salah dan menyembunyikan kesalahan atau kecurangan dalam organisasi normal menjadi minimum, misalnya pemisahan fungsi yang membedakan tanggung jawab untuk mengotorisasi, mencatat, dan menyimpan pada orang-orang yang berbeda.
Dokumen dan catatan dirancang dan digunakan secukupnya untuk menjamin pencatatan kejadian dan transaksi secara tepat, misalnya pemantauan Nomor Urut Formulir dan pengamanan yang cukup terhadap Asset serta catatan itu sendiri.
Review yang bebas, termasuk pengawasan atas pelaksanaan kegiatan dan atas penilaian terhadap jumlah-jumlah yang tercatat, seperti misalnya pengecekan ketelitian penulisan, rekonsiliasi dan pencocokan fisik dengan catatan

a. Sistem Pengendalian Manajemen dalam arti Dinamis
Konsep ini dikembangkan oleh Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) yaitu suatu komisi yang bertujuan merumuskan Pengendalian Intern secara lebih mendalam dan beranggotakan wakil-wakil dari Financial Executives Institute, AICPA, American Accounting Associations, The Institute of Internal Auditors, dan Institute of Management Accountants.

COSO merumuskan 5 (lima) komponen pengendalian intern, yaitu :
Lingkungan pengendalian (control environment).
Penaksiran risiko (risk assessment).
Aktivitas pengendalian (control activities).
Informasi dan komunikasi (information and communication).
Pemantauan (monitoring).

a) Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Faktor lingkungan pengendalian termasuk integritas, etika, kompetensi, pandangan, dan filosopi manajemen dan cara manajemen membagi tugas dan wewenang/tanggung jawab serta arahan dan perhatian yang diberikan pimpinan puncak.

b) Penaksiran Risiko (Risk Assessment)
Setiap entitas dalam melaksanakan aktivitas menghadapi berbagai risiko, baik internal maupun eksternal yang harus diperhitungkan terkait dalam mencapai tujuan sehingga membentuk suatu basis penetapan bagaimana risiko tersebut seharusnya dikelola. Penaksiran risiko mensyaratkan adanya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

c) Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Meliputi kebijakan dan prosedur yang menunjang arahan dari manajemen untuk diikuti. Kebijakan dan prosedur tersebut memungkinkan diambilnya tindakan dengan mempertimbangkan risiko yang terdapat pada seluruh jenjang dan fungsi dalam organisasi. Di dalamnya termasuk berbagai jenis otorisasi dan verifikasi, rekonsiliasi, evaluasi kinerja, dan pengamanan harta serta pemisahan tugas.

d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Informasi yang relevan perlu diidentifikasi, dicatat, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu yang tepat sehingga memungkinkan pelaksanaan tanggung jawab yang baik oleh anggota organisasi. Sistem Informasi menghasilkan laporan tentang kegiatan operasional dan keuangan serta ketaatan terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka melaksanakan dan mengendalikan pelaksanaan tugas.

e) Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan adalah suatu proses yang mengevaluasi kualitas kinerja Sistem Pengendalian Manajemen pada saat kegiatan berlangsung. Proses ini diselenggarakan melalui aktivitas pemantauan yang berkesinambungan dan melalui review intern atau melalui kedua-duanya.

Pengendalian Manajemen menurut Konsep Government Accounting Office (GAO) atau Lembaga Pengawas Tertinggi di Amerika Serikat
Menurut Government Accounting Office (GAO) yang didukung oleh pendapat Sawyeer Lawrence B. dalam bukunya Internal Auditing Edisi 4 Tahun 1996 telah menetapkan bahwa Pengendalian Manajemen dapat dilakukan melalui 8 (delapan) sarana, yaitu :
1) Pengorganisasian.
2) Kebijaksanaan.
3) Prosedur dan Tata Kerja.
4) Personil.
5) Perencanaan.
6) Akuntansi dan Pencatatan.
7) Pelaporan.
8) Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis.
9) Review Internal.

Kegiatan Pengawasan oleh Atasan Langsung terhadap Bawahan
Kegiatan tersebut menetapkan 6 (enam) sarana pelaksanaan pengawasan oleh atasan langsung, yaitu :
Penciptaan struktur organisasi.
Penyusunan kebijaksanaan pelaksanaan.
Penyusunan rencana kerja.
Penyelenggaraan pencatatan dan pelaporan.
Pembinaan personil.
Prosedur kerja.

KENDALA PENGENDALIAN MANAJEMEN
Kegagalan yang sering terjadi dalam Sistem Pengendalian Manajemen antara lain dikarenakan hal- hal sebagai berikut :
Pertimbangan yang kurang matang.
Gagal menterjemahkan suatu perintah.
Pengabaian Manajemen.
Kolusi.

PENGORGANISASIAN
SIMTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


(TIGA) UNSUR UTAMA ORGANISASI

1. Organisasi memiliki kegunaan atau tujuan. Keberadaan suatu organisasi pada dasarnya dibentuk untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Organisasi terdiri dari sekelompok manusia. Sekelompok mesin dalam suatu kantor atau pabrik bukanlah merupakan suatu organisasi, tetapi orang- orang yagn bekerja pada kantor atau pabrik tersebut itulah yang merupakan organisasi.
3. Organisasi itu sendiri merupakan wadah bagi sekelompok manusia untuk bekerja sama.

by Drs. Pandoyo,SE, MM. (Dosen MAKSI-Universitas Pancasila)
rewrite by Samsam
http://perpusol-samsam.blogspot.com/
www.formulabisnis.com/id=samsam86
http://www.liany-jewelery.com/

Tidak ada komentar:

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini